Sebab, tentu saja wanita berhijab tidak akan menggunakan busana terbuka atau kaus tipis demi menikmati keindahan pantai. Lalu, busana seperti apakah yang dianjurkan untuk wanita berhijab saat sedang berlibur ke pantai? Perancang busana senior, Itang Yunasz, menjelaskan bahwa saat wanita berhijab berbusana ke pantai harus memilih busana yang lebih ringan. Artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul "Wanita Berhijab Jangan Pakai Busana Berlapis Saat ke Pantai", https://lifestyle.kompas.com/read/2017/03/10/092800120/wanita.berhijab.jangan.pakai.busana.berlapis.saat.ke.pantai . Penulis : Anggita Muslimah Maulidya Prahara Senja
Postingan
- Dapatkan link
- X
- Aplikasi Lainnya
Jangan mengikat rambut terlalu kencang unsplash.com/joaosilas Mengikat rambut menjadi hal yang selalu dilakukan oleh para hijabers, karena rambut yang terurai membuat rasa gerah dan panas semakin terasa. Namun tahukah kamu, jika kamu mengikat rambut terlalu kencang dapat merusak rambut serta memperparah kerontokan.
- Dapatkan link
- X
- Aplikasi Lainnya
1. Jarang Mencuci Rambut Ketika sudah berhijab, banyak hijabers yang tidak mencuci rambut serutin dulu. Mungkin sebelum berhijab, frekuensi mencuci rambut setiap hari agar tidak lepek. Namun setelah berhijab, frekuensi mencuci rambut akan lebih jarang, paling tidak dua hari sekali. Meski demikian, beberapa di antaranya bahkan pernah tidak mencuci rambut selama lima hari. Rambut yang tertutup hijab membuat mereka tidak takut bad hair day.